Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup
![]() |
| ilustrasimenulis@menuliskreatif.com |
Bloglukmanagung.blogspot.com, Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup.
Bagaimana pendapat saudara-saudara sekalian? Setujukah dengan analogi demikian? Artinya fokus kita hanya menulis. Mengesampingkan provesi-provesi lain. Melulu hanya 'nulis' aja gitu loh!!!! Sehingga konsekwensinya kita bisa hidup karena menulis.
Pasti arti menulis di sini adalah menjadi penulis profisional. Kita bekerja dengan cara menulis. Sedangkan menulis di sini meliputi segala yang berhubungan dengan dunia tulis menulis.Menjadi jurnalis atau wartawan media, bisa cetak maupun visual. saat ini yang butuh tulisan tidak hanya media cetak saja tetapi media yang lain pun memerlukan juga.Demikian juga penulis buku, penulis menjadi lahan yang paling menguntungkan bagi penerbit.
Penerbit akan selalu hunting penulis-penulis berbobot. Yaitu mereka yang mampu menyajikan tulisan-tulisan yang berkualitas dan berbobot.
Tak jarang penerbit buku saling berebut penulis terkenal. Sekali saja seorang penulis mampu menghasilkan buku yang bermutu dan banyak diminati sidang pembaca hingga mencapai penjualan sampai ribuan buku dan berulang kali cetak ulang (best seller )maka nilai pengarang /penulis ini semakin tinggi sehingga banyak penerbit yang ingin bekerja sama. Tentu saja karena perhitungan-perhitungan bisnis sehingga penulis yang akan banyak diuntungkan karena nilai tawarnya akan semakin tinggi.
Adalah Tafiqurahman al azizi, novelis terkenal selalu berpegang pada analogi di atas, bahwa hidup untuk menulis dan menulis untuk hidup. TERBUKTI kalimat itu telah mengantarkannya pada gerbang kesuksesan. Siapa yang tidak kenal beliau. Penulis terkenal dengan buku-buku yang selalu mencapai puncak penjualan. Satu judul buku bisa sampai beberapa kali cetak ulang.
Produktifitasnya sangat tinggi, hanya dalam hitungan hari mampu menghasilkan sebuah buku yang sangat berkualitas.Gila! Sedangkan kita mencapai satu bab saja berbulan-bulan (biasa pemula, belum menemukan jalan yang lurus dalam penulisan) Tetapi suatu saat nanti pasti dan pasti bisa. Asal mau! Bukan hanya menjadi kaya secara materi saja tetapi secara spiritual kekayaan juga bertambah. Menjadi terkenal dan yang pasti secara keilmuan dan intelektual. Menjalani Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup. Semoga tulisan ini bisa menjadikan semangat bagi kita semua dan termotifasi untuk menulis.Amiin!

Post a Comment